Alhamdulillah…

Liburan panjang 2 minggu yang lalu selama 6 hari adalah kesempatan buat Umi dan Abi untuk ngajak Fahim jalan-jalan menghirup udara segar dan melihat pemandangan yang sangat menyejukkan mata.

Sore itu spulang kantor umi langsung buru2 untuk menjemput Fahim menuju stasiun. Alhamdulillah abi yang saat itu ada tugas ke Kerawang tepat waktu nyampe rumah, jadi bisa skalian bareng menuju stasiun Gambir.

Keadaan stasiun yang ramai dan panas, membuat Fahim terheran heran dan agak sedikit tidak bersemangat. Stiap ada orang yang menyapanya, senyuman yang biasa dia berikan sudah tidak berlaku lagi, dia hanya tersenyum beberapa kali saja saat itu.

Tuuut… alhamdulillah gajayana sudah sudah tiba .. saatnya Fahim menikmati AC yang tidak membuat gerah lagi.

Di dalam kereta Fahim terlihat cerah dan mulai berceloteh dan tertawa lagi. AC yang dingin membuat dia semakin ngantuk dan tidur dengan sukses di kursi kereta. Fahim… enak yha jadi anak :d. Umi dan Abinya hanya bisa menikmati duduk di bawah kursi. Tapi umi dan Abi snang skali kok nak, melihat Fahim sholeh yang anteng dan tidak rewel :) .

Jam 8 sampailah kita di stasiun Tulung Agung. Kota tempat kelahiran eyang putri Fahim.

Pak Poh Dian dengan rambut gondrongnya sudah siap menjemput Fahim di depan stasiun. Di sepanjang Jalan menuju rumah mbah buyutnya Fahim, Pak Poh Dian bercerita tentang klahiran putri pertamanya.

Sesampainya di rumah Mbah Buyut, Fahim disambut Eyang eyang, Bu Poh Pak Poh dan mas masnya :d. Fahim lucu langsung mandi dan umi harap fahim bisa tidur sehabis mandi, karena perjalannya lumayan menguras tenaga. Eh ternyata si Fahimnya malah asyik ngliatin sawah, pohon pohon, burung dan ga tidur sampai hari menjelang sore. Fahim bisa tidur dengan sukses ba’da maghrib sampai keesokan harinya. Subhanalloh nak… kasian dirimu g pernah ngliat sawah dan hijau hijau yang lain :) .

Keesokan harinya Eyang Putri dan Eyang Kakung baru nyampe setelah melalui perjalanan panjang dari Bondowoso ke Tulung Agung untuk menemui cucu pertama yang sangat dicintainya :) .

Hari-hari dilalui oleh Fahim dengan menikmati udara desa yang sejuk dan bermain bersama saudara saudara umi. Lumayan niy, pkerjaan umi jadi lebih ringan … heheh… karena dah banyak yang ngejagain Fahim :) .

 

Tak Terasa sudah sampai waktu untuk pulang. Fahim kembali ke Jakarta dengan hati yang sangat riang dan mendapatkan pengalaman baru :) .